Bulan Suro saatnya orang Jawa menengok peninggalan leluhurnya
Bagi para penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME khususnya yang ada di pulau Jawa kiranya tak asing lagi dengan tradisi Jamasan Pusaka yang dilaksanakan di berbagai tempat mulai di pusat-pusat pemerintahan (kalau dulu kerajaan) sampai ke daerah-daerah terpencil di mana di situ ada pemilik pusaka berbentuk apa saja, bisa pedang, tombak, panah, keris, kujang, benda-benda bertuah (berenergi) seperti gelang, kalung, cemeti, cincin, sampai gamelan, kereta dsb. Semua benda peninggalan leluhur yang dipercaya memiliki energi pasti akan dicuci (dijamasi) dengan cara-cara tertentu, selain secara lahir dibersihkan dari segala kotoran, juga diperbaiki apa bila ada kerusakan, diberikan wewangian dsb. sekaligus secara batin sebagai bentuk perwujudan rasa hormat kepada para leluhur yang telah mempergunakannya, juga kepada para empu yang telah bersusah payah menciptakan dan menghadirkan keberadaannya.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya" demikian kata-kata wasiat yang pernah terucapkan oleh Bung Karno sang proklamator kemerdekaan negara kita. Kami kira aktifitas ini juga bisa merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada para leluhur kita.
RAHAYU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar