Ruwatan Sukerto, Suro 1951 Jawa

Dengan memanjatkan segala puja dan puji syukur kehadirat Tuhan YME (Allah SWT, Gusti Kang Murbeng Dumadi, dsb.), dalam rangka memperingati Hari Besar Kepercayaan 1 Suro 1951 Jawa maka pada hari Sabtu Pahing tanggal 14 Oktober 2017 dimulai jam 08.00 diselenggarakan Ritual Ruwatan Sukerto yang berakhir sekitar pukul 15.00. Acara tersebut diprakarsai oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI) kota Surabaya dibawah pimpinan Bapak Madiro sebagai Ketua Presidium, dengan membentuk Panitia penyelenggara yang diipimpin oleh Ibu RATMI, SAg. selaku Ketua Panitia.
Ritual Ruwatan ini memang bukan satu-satunya acara dalam peringatan Suro tesebut, akan tetapi karena keunikannya maka penulis terpanggil untuk menuangkannya dalam tulisan ini. 
Acara ruwatan kali ini mungkin agak berbeda dengan ruwatan-ruwatan di tempat lain, mulai dari sistem pendaftaran, pelayanan kepada peserta dan apa saja yang didapat oleh peserta seusai prosesi acara.
Pengumuman penyelenggaraan jauh-jauh hari sudah dilakukan baik secara offline maupun online, sesuatu yang wajar terjadi di era kini.
Dua minggu menjelang hari H para peserta dan orangtua peserta dihadirkan untuk mendapatkan berbagai penjelasan terkait maksud dan tujuan Ruwatan Sukerto, cara mengenakan Busana Ruwatan, begitu pula secara rinci dijelaskan tentang jalannya prosesi nantinya, tak terkecuali adanya satu keharusan bagi orangtua maupun peserta untuk menjalani Laku Tarak selama 7 hari menjelang hari H.
Bagi peserta yang tidak bisa menghadiri briefing, maka petunjuk-petunjuk tentang segala sesuatu yang diberikan saat briefing tetap dikirimkan kepada peserta baik melalui WA maupun E-mail. Selain itu bagi peserta diperbolehkan bertanya apa saja tentang Ruwatan selama 24 jam setiap hari.
Dengan jumlah peserta terdaftar mencapai 61 anak/orang, berasal dari berbagai tempat mulai Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, Jogya, Jakarta, Bandung juga dari P. Bali, ternyata ada yang batal, ada yang mengundurkan diri dan ada beberapa yang tidak bisa hadir karena satu dan lain hal, sehingga konkrit tinggal 54 peserta. Gambar di bawah adalah saat-saat menjelang acara kirab.
Selanjutnya ada acara sungkeman yaitu menghaturkan rasa bakti kepada kedua orang tua menjelang pagelaran Seni Wayang kulit dengan cerita Batara Kala.
Gambar kegiatan berikutnya dapat dilihat pada halaman pendaftaran atau dengan meng klik ...
http://goo.gl/ThocMc



Tidak ada komentar:

Posting Komentar